Polres Gayo Lues Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Soerang Perempuan oleh Mantan Suaminya Sendiri

0

www.tribratanewspolresgayolues.com_Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Gayo Lues menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Sawari (17), warga Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, yang dilakukan tersangka Ariska Afandi alias Gok (25), mantan suami korban, warga Kampung Kute Baru, Kecamatan Linge, Aceh Tengah. Dalam reka ulang dilakukan di halaman Mapolres Gayo Lues, Rabu, 4 November 2020, terungkap sejumlah fakta baru. Rekonstruksi kasus tersebut turut disaksikan pihak kejaksaan setempat.

Untuk diketahui, kasus pembunuhan itu terjadi di Aceh Tengah, 27 Desember 2018 lalu. Kasus tersebut berhasil diungkap Polres Gayo Lues pada Oktober 2020.

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam, S.I.K., M.H. didampingi Kasat Reskrim IPTU Irwansyah, SE mengatakan sebanyak 27 adegan diperagakan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan itu. Menurut Kapolres, tersangka Gok membunuh Sawari di dekat salah satu pondok di Ise-Ise, Kecamatan Pantan Cuaca, Aceh Tengah, dengan cara membacok menggunakan pisau berulang kali. “Tersangka Gok mengaku juga meminum darah korban,” ungkapnya.

Setelah itu, kata Kapolres, tersangka Gok menutupi mayat korban dengan daun dan ranting pohon. Lalu, tersangka menuju Takengon, Aceh Tengah, membawa sepeda motor milik korban lengkap dengan surat-surat kendaraan roda dua itu. Di tengah jalan, tersangka Gok bertemu temannya bernama Junaidi alias Juna. Gok mengajak Junaidi ke Takengon menjual sepeda motor Supra X milik korban dengan harga Rp7 juta.

“Setelah tersangka Gok mendapatkan uang Rp7 juta dari hasil penjualan sepeda motor bersama temannya Junaidi, kemudian keduanya merental satu mobil Suzuki AVP warna silver. Lalu, Gok mengemudikan mobil didampingi Junaidi menuju Ise-Ise, Kecamatan Pantan Cuaca,” katanya.

Di tengah perjalanan, tersangka Gok baru mengatakan kepada Junaidi bahwa tujuanyna untuk memindahkan mayat mantan istrinya dari gunung Ise-Ise ke arah Takegon, lokasi penemuan mayat korban. “Junaidi ikut membantu mengangkat mayat korban ke dalam mobil,” ungkap Kapolres.

Setelah perjalanan dari gunung Ise-Ise selama 20 menit, kedua pria itu menghentikan mobil, dan mengangkat mayat korban ke perkebunan kopi yang sudah ditinggalkan warga dengan jarak sekitar 100 meter dari jalan raya. Usai menyuruh rekannya kembali ke mobil, tersangka Gok menusuk mayat mantan istrinya itu beberapa kali dan membuang pisaunya.

Kapolres mengatakan penyidik menjerat tersangka Gok dengan pasal yang ancamannya adalah hukuman mati atau penjara seumur Hidup.

“Untuk Junaidi yang terlibat dalam pemindahan mayat korban sudah kita masukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Kita terus melakukan pengejaran, namun tersangka kedua ini berada di luar Aceh,” ucap Kapolres. (Tris_LND)

Share.

About Author

Leave A Reply