Polda Aceh Hentikan Operasional Penambangan Emas Tanpa Ijin di Aceh Barat

0

www.tribratanewspolresgayolues.com_Personel Ditreskrimsus Polda Aceh hentikan operasional penambangan emas tanpa izin di dua lokasi berbeda, yakni di Desa Tungkop dan Desa Geudong Kecamatan Sungai Mas Kabupaten Aceh Barat.


HomeDaerah

Polda Aceh Hentikan Operasional Penambangan Emas Tanpa Ijin di Aceh Barat

Polda Aceh Hentikan Operasional Penambangan Emas Tanpa Ijin di Aceh Barat

HarianSiber.com10/03/2020 17:56

HARIANSIBER.COM | BANDA ACEH – Personel Ditreskrimsus Polda Aceh hentikan operasional penambangan emas tanpa izin di dua lokasi berbeda, yakni, di Desa Tungkop dan Desa Geudong Kecamatan Sungai Mas Kabupaten Aceh Barat.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Ery Apriyono, S. I. K, M. Si, saat konfrensi pers di Mapolda Aceh, Selasa (10/3/2020).

Dikatakan, personel dari Subdit IV Ditreskrimsus Polda Aceh bersama personel Polres Aceh Barat, pada Rabu 4 Maret 2020 lalu sekira pukul 14.00 WIB, mendatangi dua lokasi penambangan emas tanpa izin itu.

Alhasil, personel Kepolisian tersebut mendapati para penambang emas di lokasi itu, melakukan aktivitas penambangan menggunakan alat berat di aliran sungai, dengan cara mengeruk pasir sungai menggunakan alat berat excavator. Kemudian pasir tersebut dituangkan ke dalam asbuk (penyaringan antara pasir dan emas), papar Kabid Humas.

Bahkan untuk memastikan izin penambangan, personel Ditreskrimsus di dua lokasi itu melakukan pemeriksaan dokumen, “ternyata lokasi penambangan emas tersebut tidak memiliki ijin,” kata Kabid Humas.

Selanjutnya, karena tak memiliki ijin dan dampak yang ditimbulkan dari penambangan emas tanpa izin itu adalah pencemaran lingkungan yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat sekitarnya, maka pihak Kepolisian mengamankan barang bukti 7 unit excavator merk Hitachi warna orange.

“Sementara pemilik lokasi di Desa Tungkop yang diduga melakukan tindak pidana pertambangan mineral dan batubara itu, masing-masing berinisial AH yang memiliki 1 unit excavator, AN memiliki 1unit excavator dan TN yang memiliki 2 unit excavator. Kemudian pemilik lokasi di Desa Geudong, masing-masing berinisial AM yang memiliki 2 unit excavator dan KH memiliki 1 unit excavator,” sampai Kabid Humas.

Selanjutnya untuk para terduga dan barang bukti yang diamankan petugas, akan dilakukan proses hukum lebih lanjut, kata Kabid Humas Polda Aceh yang didampingi Wadir Reskrimsus, Kapolres Aceh Barat dan sejumlah Personel Ditreskrimsus Polda Aceh. (humasgalus).

Share.

About Author

Leave A Reply